Sunday, February 27, 2011

Jangan Cuber lewat-lewatkan solat!!!

Rupa-rupanya ada cerita kalau kita lewatkan sembahyang kita yea...
Jika berpuasa amalan kita direct terus padaNya. Tapi jika
bersembahyang ada posmen pula untuk hantar amalan kita padaNya

Kisahnya....-.Setiap kita ada malaikat. Malaikat yang hantar amalan
sembahyang kita pada Ilahi. untuk sampaikan amalan kita dia melalui
tol-tol di setiap lapisan langit dimana setiap penjaga tol, kroni
malaikat juga. Jika sembahyang di awal waktu, tolnya "free". Sekatan
tol tiada. Tiada "jem".
Malaikat terus sampaikan amalan pada Allah untuk dinilaikan. Tapi jika
sembahyang di akhir waktu, tol free juga, tapi sekatannya
MasyaAllah..-.

Di langit pertama, penjaga tol marahkan posmen kita, kenapa lewat
poskan amalan kita. Merayu-rayu malaikat posmen kita minta diberi
laluan tetapi penjaga langit pertama tidak heran. Dicampakkan amalan
lewat sembahyang tadi ke bumi. Maka jatuh berderai, dikutip semula
oleh malaikat posmen
kita. Satu persatu dikutip sambil terus merayu untuk kelapisan langit ke-dua.

Dilangit kedua, samalah juga, membebel la malaikat kerana lewat hantar
amalan. Merayu lagi kawan kita tetapi tak dipedulikannya lalu
dilemparkan amalan lewat sembahyang kita tadi. Jatuh berderai lagi,
dikutip satu persatu amalan kita. Dirayu lagi untuk diserahkan amalan
kita pada Tuhan.

Dilangit ketiga, La, kena basuh lagi malaikat posmen kita. Kenapa
lewat hantar amalan tersebut. Tiada kompromi, terus dibaling amalan
kita. Jatuh berderai amalan kita. Tak ade nilai dan tiada lagi dikutip
dan dirayu lagi. Maka tak sampailah amalan kita kepada Allah.
Seolah-olah kita tak sembahyang juga. Maka bersedialah kita menerima
pembalasannya.

Tak didunia, diakhirat, hilang duit, hati risau, tender ditolak, ujian
bertimpa-timpa.

Issh. Tak berbaloi rasanya kita buat amalan tapi tak sampai. Dahlah tu
takde nilai, kena azab lagi nanti.

Ya Allah, ampunkan kami kerana lalai. Sesungguhnya Engkau Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. Jadikan hati kami suka sembahyang di
awal waktu. Gawatkan hati kami selagi kami tak segerakan; biarlah kami
gawat di dunia agar kami tidak gawat lagi dihari akhirat kelak.

Amin.

Kepada yg selalu solat zohor hampir dengan waktu asar tu ... emel nie
sesuai utk direnungi ....
__________________
sabar itu iman..duit bukan kawan..dunia hanya pinjaman..mati tak berteman.. 





AZAN

Wednesday, February 23, 2011

PeMiMpIn yAnG bAiK

1. Jadilah teladan bagi anak buah. Hal ini bukan berarti kita harus sempurna dulu akhlaqnya, tapi paling tidak harus konsisten antara apa yang kita ucapkan dengan tindakan kita di hadapan anak buah. Misalnya, kita mengatakan bahwa rapat akan dimulai pukul 8.00, maka kita harus konsisten memulai rapat pada jam 8.00 tersebut.
2. Rajinlah memberikan “setoran” kebaikan kepada anak buah. Mulai dari hal yang kecil, seperti memulai berjabat tangan, memulia tersenyum dan menyapa lebih dahulu. Sampai yang ‘berat’ seperti menolong anak buah yang kesulitan. Lakukan secara rutin “setoran” tersebut walau kecil daripada hanya sesekali walaupun besar. Ini sesuai dengan hadits Nabi, “Sesungguhnya Allah lebih mencintai amal yang rutin walau sedikit” (HR. Muslim).
3. Miliki kompetensi yang dibutuhkan oleh organisasi Anda. Tunjukan kompetensi itu di depan anak buah Anda agar mereka tahu bahwa mereka dipimpin oleh orang yang ahli di bidangnya, sehingga mereka segan kepada Anda.
4. Jangan pernah bosan untuk berkomunikasi dengan anak buah. Jelaskan visi dan kemauan Anda kepada anak buah secara berulang-ulang. Kalau bisa dengan metode yang berbeda-beda agar mereka tidak bosan dengan penjelasan Anda. Pemimpin yang baik tidak boleh pendiam. Ia harus mau dan sabar menjelaskan keinginannya kepada anak buah secara berualang-ulang.
5. Jaga penampilan Anda “sedikit” di atas mereka. Jika anak buah Anda pakai kaos, Anda pakai kemeja. Jika mereka berinfaq 1000 rupiah, Anda berinfaq lebih dari itu. Yang penting, penampilan (secara fisik) harus lebih rapi dan bersih dari anak buah. Coba Anda lihat Soekarna yang gagah dan rapi. Begitu pun Nabi Muhammad saw.
Semoga dengan lima cara ini, Anda dapat menjadi pemimpin yang baik dan disegani oleh anak buah Anda. Tentang cara membangun kembali kepercayaan, sama saja dengan lima cara tersebut.
Selamat memimpin !







dengar sini